Beranda » Ekonomi » Niat & Tata Cara Sholat Tarawih 4 Rakaat Sendiri yang Benar

Niat & Tata Cara Sholat Tarawih 4 Rakaat Sendiri yang Benar

Sholat jadi bagian penting dalam ibadah Ramadan. Banyak yang memilih menjalankannya secara berjamaah di masjid, tapi tak sedikit juga yang melakukannya sendiri di rumah. Salah satu pilihan yang populer adalah sholat tarawih 4 rakaat, diikuti 4 rakaat lagi, lalu ditutup dengan 3 rakaat witir. Format ini sering disebut sebagai 4-4-3.

Model tarawih 4-4-3 ini punya kelebihan karena lebih ringkas dan mudah diikuti, terutamanya bagi yang baru terbiasa menjalankan sholat tarawih sendiri. Meski lebih pendek dari format 8 atau 20 rakaat, tetap saja sholat ini sah dan pahalanya utuh selama dilakukan dengan niat tulus dan sesuai tata cara yang benar.

Niat Sholat Tarawih 4 Rakaat Sendiri

Sebelum masuk ke tata cara, pahami dulu 4 rakaat. Niat ini dilafalkan di hati, tidak perlu diucapkan lantang. Lafalnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ أَرْبَعًا لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: Aku berniat sholat tarawih empat rakaat karena Allah Ta’ala.

Niat ini cukup dibaca sekali di awal sebelum memulai sholat tarawih 4 rakaat pertama. Tidak perlu diulang untuk setiap rakaat.

Baca Juga:  Cara Mudah Cetak Bukti Pemesanan Pintar BI dan Tukar Uang Baru dengan Cepat!

Tata Cara Sholat Tarawih 4 Rakaat Sendiri

Menjalankan sholat tarawih sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat biasa. Perbedaannya terletak pada jumlah rakaat dan beberapa bacaan khusus seperti qunut pada witir. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Bersuci dan Menghadap Kiblat

Pastikan dalam keadaan bersih secara fisik dan rohani. Lakukan wudhu dengan benar dan pastikan tidak ada najis yang menempel. Pilih tempat yang tenang dan menghadap kiblat agar konsentrasi tetap terjaga.

2. Niat Sholat Tarawih

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, niat dilakukan di hati. Tidak perlu diucapkan dengan suara keras. Cukup yakin dan sadar bahwa diri sedang memulai sholat tarawih.

3. Takbiratul Ihram

Setelah niat, angkat kedua tangan ke telinga sambil mengucapkan takbir: Allahu Akbar. Ini menandakan dimulainya sholat.

4. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Tambahan

Di rakaat pertama, baca Al-Fatihah lalu dilanjutkan dengan surat pendek seperti Surat Al-Ikhlas. Di rakaat kedua, ulangi langkah yang sama. Lakukan hingga rakaat keempat.

5. Tasyahud Akhir dan Salam

Setelah rakaat keempat, duduk untuk membaca tasyahud akhir. Lalu ucapkan salam ke kanan dan kiri: Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah.

Sholat Witir 3 Rakaat Setelah Tarawih

Sholat witir biasanya dilakukan setelah tarawih. Meski jumlah rakaatnya ganjil, cara pelaksanaannya tetap mengikuti pola biasa, dengan pengecualian pada rakaat ketiga.

1. Niat Sholat Witir

Lafal niat witir:

نَوَيْتُ صَلَاةَ الْوِتْرِ ثَلَاثًا لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: Aku berniat sholat witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.

2. Jalankan Seperti Sholat Biasa hingga Rakaat Kedua

Baca Al-Fatihah dan surat pendek di setiap rakaat. Setelah rakaat kedua, duduk sejenak untuk membaca tasyahud.

3. Rakaat Ketiga dan Qunut

Di rakaat ketiga, setelah ruku’, tambahkan doa qunut sebelum sujud. Doa qunut bisa berupa doa pilihan atau doa yang diajarkan Nabi.

Baca Juga:  Cara Mudah Akses EMIS 4.0 GTK Kemenag 2026 Tanpa Ribet!

Contoh doa qunut:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ

Artinya: Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama mereka yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku bersama mereka yang Engkau beri kesehatan.

4. Tasyahud Akhir dan Salam

Setelah selesai membaca doa qunut, lanjutkan dengan sujud, duduk kembali, lalu salam.

Tips Menjalankan Tarawih Sendiri agar Tetap Khusyuk

Melakukan tarawih sendiri memang lebih fleksibel, tapi juga menuntut kedisiplinan agar tetap konsisten dan khusyuk.

1. Siapkan Perlengkapan Sebelumnya

Siapkan sajadah, mukena, dan mushaf sebelum mulai. Ini menghindari gangguan di tengah sholat.

2. Pilih Waktu yang Tepat

Tarawih biasanya dilakukan setelah sholat isya. Tapi kalau menjalankan sendiri, bisa disesuaikan dengan waktu yang paling kondusif untuk konsentrasi.

3. Gunakan Mushaf atau Audio Pendamping

Membaca sendiri dari mushaf atau mendengarkan bacaan imam lewat rekaman bisa membantu menjaga fokus.

4. Jangan Terburu-buru

Ambil tempo yang tenang. Tidak perlu buru-buru menyelesaikan. Kualitas lebih penting daripada kuantitas.

Perbandingan Format Tarawih: 4-4-3 vs 8 Rakaat vs 20 Rakaat

Format Tarawih Jumlah Rakaat Kelebihan Kekurangan
4-4-3 11 rakaat (4+4+3) Ringkas, mudah diikuti, cocok untuk pemula Kurang dari rekomendasi umum
8 Rakaat 8 rakaat + witir Seimbang antara keringanan dan ibadah Masih kurang dari sunnah 20 rakaat
20 Rakaat 20 rakaat + witir Sesuai sunnah Nabi Membutuhkan waktu lama dan stamina

Format 4-4-3 bisa jadi pilihan tepat bagi yang baru mulai atau punya keterbatasan waktu. Meski jumlahnya lebih sedikit, tetap sah dan pahalanya tidak sedikit.

Syarat dan Ketentuan Sholat Tarawih Sendiri

Sholat tarawih yang dilakukan sendiri tetap harus memenuhi dasar sholat yang sah. Di antaranya:

  • Sudah bersuci (wudhu atau jika perlu)
  • Menutup aurat
  • Menghadap kiblat
  • Sholat isya telah dilakukan
  • Niat yang jelas di hati
  • Tidak ada halangan seperti haid atau nifas
Baca Juga:  Kapan Dapodik Semester Genap 2026 Dibuka? Ini Prediksi Jadwalnya

Doa Setelah Sholat Tarawih

Setelah selesai menjalankan sholat tarawih dan witir, tidak ada larangan untuk membaca doa atau dzikir. Beberapa doa yang bisa dibaca antara lain:

  • Doa Setelah Sholat:
    Allahumma antas salam wa minkas salam, tabarakta ya dzal jalali wal ikram.

  • Dzikir Setelah Sholat:
    Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar masing-masing 33 kali.

  • Doa Memohon Ampunan:
    Astaghfirullahal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyum wa atubu ilaih.

Kesimpulan

Sholat tarawih 4 rakaat sendiri dengan format 4-4-3 adalah pilihan praktis dan sah untuk dilakukan, terutama bagi yang menjalankan ibadah ini di rumah. Meski lebih ringkas, tetap bisa memberikan ketenangan dan pahala selama dilakukan dengan niat tulus dan sesuai tata cara.

Tidak ada ukuran jumlah rakaat yang paling benar, yang terpenting adalah konsistensi dan keikhlasan. Semoga penjelasan ini membantu menjalankan ibadah tarawih dengan lebih maksimal.

Disclaimer: dalam ini bersifat umum dan dapat berubah sesuai referensi fiqh yang digunakan. Disarankan untuk berkonsultasi dengan ulama setempat untuk keputusan yang lebih spesifik.